Kategori
Cristiano Ronaldo nyaris saja gagal bergabung dengan Real Madrid. Demikian yang dicetuskan
oleh Ramon Calderon, mantan presiden Los Blancos. Menurut Calderon, penyebabnya
justru datang dari Florentino Perez, pemimpin tertinggi Real Madrid saat ini.
“Florentino Perez pernah berusaha menghentikan
kedatangan Cristiano Ronaldo ke Real Madrid. Ketika ia menjadi presiden (pada
2009), sejatinya Ronaldo sudah pasti bergabung dengan kami. Saya tahu,
Florentino berusaha menghentikan transfer ini.”
“Untunglah ada (Jorge) Valdano dan Jose Angel
Sanchez yang berhasil membujuk Florentino untuk tidak merealisasikan ide
gilanya itu. Ronaldo mengetahui sikap
(Florentino Perez yang sempat hendak menggagalkan kedatangannya), dan bisa jadi
inilah yang membuat hubungan Ronaldo-Perez buruk,” cetus Calderon dalam acara
‘En Joc’ di TeleB.
Ramon Calderon tidak berhenti di sana. Ia juga
menyebutkan, Florentino Perez bertanggungjawab atas langkah-langkah ‘keliru’
yang dilakukan oleh Jose Mourinho. Bukan rahasia lagi kalau para petinggi Madrid gelisah dengan The Special
One. Pelatih asal Portugal ini dianggap terlalu kontroversial dan bisa merusak
imej klub.
“Florentino Perez bersalah karena membiarkan aksi
Jose Mourinho (mengajak perang siapa pun). Siapa pun tahu siapa Mourinho. Ia
bersikap buruk di Inter dan Chelsea. Kala ia menukangi Real Madrid, keadaannya
tak akan berbeda jauh.”
Calderon juga menitikberatkan ketidaksukaannya
dengan The Special One. Ia menyebut, Jose Mourinho membosankan. Hal ini
bertolak belakang dengan Vicente Del Bosque, pelatih Spanyol yang pernah mengarsiteki
Madrid era Los Galacticos Jilid I.
“Del Bosque akan ditulis dalam sejarah Real
Madrid, tapi yang lain (Mourinho) tidak. Mereka bagaikan siang dan malam
(Kontras sekali). Aksi yang dilakukan Mourinho hanya akan merusak imej klub.
(Kontroversial) adalah karakter Mourinho dan usianya kini 50 tahun. Jadi, ia
tidak akan berubah,” sebut Calderon.
Komentar
Posting Komentar