by Fitra Firdaus on Sat, 23 Mar 2013
Kategori

 

Cristiano Ronaldo nyaris saja gagal bergabung dengan Real Madrid. Demikian yang dicetuskan oleh Ramon Calderon, mantan presiden Los Blancos. Menurut Calderon, penyebabnya justru datang dari Florentino Perez, pemimpin tertinggi Real Madrid saat ini.
“Florentino Perez pernah berusaha menghentikan kedatangan Cristiano Ronaldo ke Real Madrid. Ketika ia menjadi presiden (pada 2009), sejatinya Ronaldo sudah pasti bergabung dengan kami. Saya tahu, Florentino berusaha menghentikan transfer ini.”
“Untunglah ada (Jorge) Valdano dan Jose Angel Sanchez yang berhasil membujuk Florentino untuk tidak merealisasikan ide gilanya itu. Ronaldo mengetahui sikap (Florentino Perez yang sempat hendak menggagalkan kedatangannya), dan bisa jadi inilah yang membuat hubungan Ronaldo-Perez buruk,” cetus Calderon dalam acara ‘En Joc’ di TeleB.
Ramon Calderon tidak berhenti di sana. Ia juga menyebutkan, Florentino Perez bertanggungjawab atas langkah-langkah ‘keliru’ yang dilakukan oleh Jose Mourinho. Bukan rahasia lagi kalau para petinggi Madrid gelisah dengan The Special One. Pelatih asal Portugal ini dianggap terlalu kontroversial dan bisa merusak imej klub.
“Florentino Perez bersalah karena membiarkan aksi Jose Mourinho (mengajak perang siapa pun). Siapa pun tahu siapa Mourinho. Ia bersikap buruk di Inter dan Chelsea. Kala ia menukangi Real Madrid, keadaannya tak akan berbeda jauh.”
Calderon juga menitikberatkan ketidaksukaannya dengan The Special One. Ia menyebut, Jose Mourinho membosankan. Hal ini bertolak belakang dengan Vicente Del Bosque, pelatih Spanyol yang pernah mengarsiteki Madrid era Los Galacticos Jilid I.
“Del Bosque akan ditulis dalam sejarah Real Madrid, tapi yang lain (Mourinho) tidak. Mereka bagaikan siang dan malam (Kontras sekali). Aksi yang dilakukan Mourinho hanya akan merusak imej klub. (Kontroversial) adalah karakter Mourinho dan usianya kini 50 tahun. Jadi, ia tidak akan berubah,” sebut Calderon.


 

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bukan Misi Mustahil tapi Sangat Berat Buat Madrid dan Barca

Belajar Ikhlas di dalam Sabarmu

TENTANG PMR